Pelaksanaan FS melalui kerja sama salah satu lembaga yang bekerjasama dengan World Bank yaitu KEITI untuk selanjutnya akan digunakan project CWIS atau Sanitas Aman Perkotaan (Sani Mantap) dalam versi Indonesia yang masih diajukan untuk namanya.
Baca Juga: Sebanyak 309 Orang Mudik Gratis Bersama BUMN Pos Indonesia
"Yang direncanakan ini sudah masuk usulan Green Book Bappenas, sehingga semoga bisa direalisasikan pelaksanaan pada tahun depan," katanya.
Ia menambahkan, hal ini adalah awal dari beberapa kegiatan selanjutnya yang akan terus dilakukan, yaitu mendampingi Kota Bogor agar betul-betul siap dan menjadi contoh sebagai kota pertama yang menjalankan pendekatan CWIS.
"Saya yakin kolaborasi yang erat dan komitmen yang kuat bisa terlaksana," kata Irma.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, FS yang telah selesai akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan PT Sarana Multi Finance Indonesia (SMI).
Hal tersebut untuk membantu terkait technical assistance penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun ini. Sementara pelaksanaan fisik direncanakan tahun depan.
"Hari ini kita mengirimkan surat minat ke PT SMI, kalau jawabannya oke, maka DED akan dibantu untuk disusun oleh SMI. Dan secara bertahap pembangunannya akan dilaksanakan tahun depan,” kata Rudy. (Ris)
- Baca Juga artikel dan Follow Fokussatu.id di Google News
- Ikuti juga sosial media Fokussatu.id lainnya:
- Twitter, @Fokus_Satu
- Facebook, @fokussatu.id
- TikTok @fokussatu.id
- Instagram @fokussatu.id
- Channel YouTube: Fokus Satu Channel
Artikel Terkait
Ratusan Sopir Angkot Geruduk Balaikota Bogor Tuntut BisKita Transpakuan Bertarif
Operasi Ketupat Lodaya Kerahkan 1.335 Personel, Kapolresta Bogor Kota Imbau Penguatan Patroli
Cara Baznas Kota Bogor Bahagiakan Anak Yatim Ajak Belanja Kebutuhan Lebaran
Proyek Jembatan Otista Masuk Meja Komisi III DPRD Kota Bogor
Bangun Ulang Jembatan, Jalan Otista Kota Bogor Ditutup Mulai 1 Mei sampai 8 Desember