TPID Kota Bogor Akan Gelar OPM Guna Antisipasi Inflasi Jelang Nataru 2023

photo author
- Kamis, 8 Desember 2022 | 11:48 WIB
Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati (Sumber: Humas Kota Bogor)
Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati (Sumber: Humas Kota Bogor)

FOKUSSATU.ID - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor menyatakan pihaknya akan melakukan tujuh kegiatan pengendalian inflasi menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di wilayahnya.

Ketujuh kegiatan itu masuk dalam pembahasan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, pada Rabu (7/12/2022), yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati.

"Dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi sampai ke pemerintah kabupaten kota rutin menggelar rapat pengendalian inflasi secara periodik apa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan inflasi," ujar Syarifah, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Polresta dan Polsek di Kota Bogor Dijaga Ketat Paska Bom Bunuh Diri di Bandung

Ketujuh kegiatan itu, terang Sekda, pertama adalah Operasi Pasar Murah (OPM) langsung di pasar. Selama ini, imbuhnya, operasi pasar murah digelar di enam kecamatan.

Kegiatan itu bekerjasama dengan instansi DKPP, Dinkukmdagin dan juga distributor yang menyediakan barang-barang komoditas dengan harga lebih murah dan bisa dibeli masyarakat.

"Di bulan ini, OPM akan dilakukan di pasar bekerjasama dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya karena pemantauan harga dilakukan di pasar. Jadi sasarannya tidak hanya murah dan bisa dibeli masyarakat, tapi harga barang-barang komoditas di pasar benar-benar murah," katanya.

Baca Juga: Mbappe Calon Peraih Sepatu Emas Piala Dunia Qatar 2022

Syarifah melanjutkan, untuk kedua yakni melakukan inspeksi mendadak tim gabungan dengan kepolisian dan perangkat daerah. Sidak ini dengan tujuan untuk memberi shock therapy kepada pedagang agar tidak hanya mementingkan profit.

Dengan kata lain, yakni mengambil kesempatan di natal dan tahun baru, sehingga menjual barang dengan harga tinggi atau melakukan penimbunan di beberapa komoditas sehingga harganya menjadi mahal.

"Faktor ini kami kendalikan dengan sidak. Pada sidak itu kami akan memantau harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pembeli," katanya.

Baca Juga: Jadwal Lokasi SIM Keliling Kota Bogor hari Kamis 8 Desember 2022

"Kalau ada harga yang lebih tinggi dari dua acuan itu kita telusuri kenapa harganya lebih tinggi, apakah ada penimbunan atau dari distributor atau produsen memang sudah mahal," tambahnya.

Ketiga, kata Syarifah, melakukan gerakan menanam. Pada komoditas-komoditas pangan tertentu masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam cabai dan lainnya agar tidak ketergantungan pada pasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fazar Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X