Solve Education dan Pemerintah Kota Semarang Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Teknologi Berbasis Gim

- Kamis, 19 Mei 2022 | 05:51 WIB
Penandatanganan kerjasama Pemkot Semarang dengan Solve Education
Penandatanganan kerjasama Pemkot Semarang dengan Solve Education

FOKUSSATU.ID - Berkaitan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ( Harkitnas) Yayasan Teknologi untuk Indonesia (Solve Education) dan Pemerintah Kota Semarang menandatangani kesepakatan bersama untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui serangkaian platform digital yang dikembangkan Solve Education!.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada tanggal 12 Mei 2022 oleh Walikota Semarang yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Solve Education juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menjangkau proses pembelajaran bagi 200 siswa SMP dan 569 siswa SD sederajat di Semarang. Kerja sama tersebut akan berlaku selama lima tahun.

Baca Juga: Mendapat Pengakuan di Tingkat Global, IDCamp Raih PR Awards 2022

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan COVID-19 telah memberikan tantangan yang cukup besar pada segala aspek, terutama sektor pendidikan. Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa dunia untuk berubah.

"Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat COVID-19. Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya," ujarnya.

Sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah.

Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.

Baca Juga: Buruan Klaim Kode Redeem FF Free Fire 19 Mei 2022 Lalu Raih Hadiah Winterlands Snowboard

Halaman:

Editor: Teguh Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bolehkah Daftar PPDB 2 Kali? Ini Penjelasannya

Senin, 20 Juni 2022 | 15:26 WIB
X