Target Efektivitas dan Komitmen Jangka Panjang
Meski baru pertama kali diselenggarakan, Rektor USB YPKP optimis kegiatan ini dapat mencapai 60-70% tingkat keberhasilan dalam menyerap lulusan ke dunia kerja. Kedepan, Career Expo akan menjadi agenda tahunan dengan dukungan penuh dari Rektorat dan BEM.
"Kami berharap kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah ini dapat terus diperkuat untuk menciptakan lulusan yang siap kerja," pungkas Didin.
Yayasan YPKP Bandung Dukung Penuh Program Job Fair dan Kolaborasi dengan Pemerintah
Sementara, Ketua Yayasan YPKP Bandung, Dr. Ricky Agusiady, menyatakan dukungan penuh terhadap program Job Fair yang dijalankan oleh Universitas Satya Bakti (USB). Program ini berperan sebagai mediator dalam menghubungkan masyarakat, pengusaha, sekolah, dan pemerintah Kota Bandung untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas di masa depan.
“Job Fair ini menjadi fasilitasator kolaborasi yang sangat baik antara berbagai pihak, termasuk Pemkot Bandung. Ke depan, program ini akan terus ditingkatkan dengan memberikan stimulus, khususnya bagi UMKM dan mahasiswa,” ujar Ricky.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi pekerja, tetapi juga didorong menjadi entrepreneur melalui inkubator bisnis yang dimiliki universitas. “Kami memiliki inkubator untuk mendukung hal ini, dan nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Pak Rektor,” katanya.
Dukungan Yayasan untuk Rektorat dan Mahasiswa
Ricky menegaskan bahwa Yayasan YPKP senantiasa mendukung penuh perkembangan rektorat dan mahasiswa. Salah satu buktinya adalah perolehan akreditasi unggul, yang merupakan pengakuan tertinggi dari pemerintah terhadap kualitas pendidikan di institusi tersebut.
“Akreditasi unggul ini adalah anugerah dari Allah SWT dan hasil kerja keras semua pihak. Dukungan yayasan dalam hal SDM, fasilitas, dan keuangan menjadi kunci keberhasilan ini,” jelasnya.
Baca Juga: SPMB 2025 Kota Bandung Sudah Dimulai
Harapan ke Depan untuk Job Fair dan Kerja Sama
Ricky berharap agar program Jo Fair terus dibina dan diperluas jaringannya. Saat ini, kolaborasi masih terfokus di Kota Bandung dan Jawa Barat, namun ke depan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perguruan tinggi, pengusaha, dan pemerintah di tingkat nasional.
“Ke depan, semoga kerja sama ini tidak hanya melibatkan pemerintah kota dan provinsi, tetapi juga tingkat Indonesia. Dengan begitu, dampaknya akan lebih besar bagi mahasiswa dan dunia usaha,” pungkasnya.