Pertumbuhan Ekonomi Jabar Diatas Rata-rata Nasional, Capai 5,61 Persen

- Rabu, 11 Mei 2022 | 19:16 WIB
Kepala OJK Jabar Indarto memaparkan update kondisi perekonomian terkini di Jabar, Rabu (11/5/2022)
Kepala OJK Jabar Indarto memaparkan update kondisi perekonomian terkini di Jabar, Rabu (11/5/2022)

FOKUSSATU.ID - Pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumbuh positif sebesar 5,01% (yoy) di TW I 2022, meningkat secara signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar -0,70% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pun bertumbuh bahkan lebih besar dari nasional yaitu sebesar 5,61%, juga meningkat tajam dari periode sebelumnya (TW I 2021) sebesar -0,80% (yoy).

Indikator perekonomian domestik terus menunjukkan pemulihan sejalan penurunan jumlah kasus Covid-19 serta vaksinasi dan diharapkan akan terus meningkat seiring dengan pergerakan protokol kesehatan yang tetap berjalan di saat mudik hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri 1443 H.

Baca Juga: Tim Uber Indonesia Bertemu Juara Bertahan, China di Perempat Final. Pertandingan Berlangsung Besok

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar mencatat stabilitas sistem keuangan Jawa Barat juga berada dalam kondisi terjaga. Pada Maret 2022, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat oleh Perbankan Jawa Barat bertumbuh sebesar 7,96% yoy. Seiring pertumbuhan DPK, penyaluran kredit/pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 5,73% yoy.

Di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut, risiko kredit perbankan di Jawa Barat masih berada pada level yang manageable dan membaik dari periode sebelumnya dengan indikator NPL gross Maret 2022 sebesar 3,64% (Maret 2021: 4,16%).

Sementara dari penetrasi pasar modal di Jawa Barat, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat bertumbuh 95,7% yoy menjadi sebanyak 1,82 juta atau 21,9% dari total SID Nasional dan menempati posisi pertama diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur. Adapun transaksi saham sampai dengan Maret 2022 mencapai Rp120,9 triliun atau sekitar 10,20% dari transaksi Nasional. 

Baca Juga: Masyarakat Boleh Beraktifitas Biasa Selama PPKM, dengan Prokes Ketat

Dari perusahaan pembiayaan, meskipun masih dibayangi dengan melambatnya pertumbuhan pembiayaan sebesar -2,49% yang disebabkan oleh masih selektifnya perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan kredit khususnya untuk kendaraan bermotor, profil risiko cenderung membaik dengan rasio NPF yang menurun menjadi 3,30% (Maret 2022) dari sebelumnya 3,87% (Maret 2021).

Halaman:

Editor: Teguh Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 6 Kampus PTN yang Masih Buka Jalur Mandiri

Kamis, 30 Juni 2022 | 10:25 WIB
X