FOKUSSATU.ID - Disdik Jabar tanggapi data Kemedikbud Ristek yang menyebut PTM Terbatas telah menyebabkan terjadinya Klaster Covid 19 149 dengan melakukan penelusuran lewat cabang dinas. Hasilnya, nihil. Yang terjadi, miss communications.
Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, pihaknya sudah mengecek di lapangan terkait data tersebut. Sebab saat ini --sesuai data Dapodik, sudah ada 1.295 dari 5.33 sekolah yang sudah melakukan PTM Terbatas.
"Kita sudah cek lewat pengawasan dan cabang dinas di berbagai daerah. Tidak ada satu pun klaster PTM. Akhirnya kita coba mengecek ke jejaring dari sumber yang ada, ternyata sumber itu setelah di buka dan di klik tidak muncul datanya," kata pada Gebyar Vaksinasi Disabilitas Kota Bandung, di SLBN Cicendo, Sabtu 25 September 2021.
Baca Juga: Pengalaman Mistis Pendaki, Gibran Tidak Merasa Hilang Karena Nggak Pernah Ada Malam
"Dan kita konfirmasi ke Pusdatin dan kemendikbud, ternyata telah terjadi miss comunication," lanjutnya.
Dedi menjelaskan, yang dimaksud dengan klaster, bukan kluster PTM. Melainkan, ada data peserta didik pernah Covid-19 yang mengikuti PTM.
"Jadi ini, miss communications. Jadi kita sampaikan kepada publik bahwa tidak ada klaster PTM Terbatas, dan mohon doa nya jangan sampai ada kluster PTM di Jabar," ucapnya.
Baca Juga: Tes Swab Negatif, Azis Syamsuddin Ditangkap KPK
Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun angkat bicara. Menurut dia, hal itu masih perlu dikonfirmasi.
"Nah ini yang penting ada temuan Kemendikbudristek ada 149 katanya kluster sekolah di Jawa Barat Covid tapi laporan dari dinas pendidikan kami bahwa itu datanya belum valid," ujar Ridwan dalam jumpa pers virtual dari Gedung Pakuan, Jumat, 24 September 2021. (Gus)
Artikel Terkait
Klaster Sekolah Muncul di Jabar Setelah PTM Berlangsung, Ini Tanggapan Gubernur