• Rabu, 20 Oktober 2021

Plt Walikota Cimahi Ngatiyana akan Hentikan PTM jika berdampak Naikkan kasus Covid

- Senin, 6 September 2021 | 19:08 WIB
Plt Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana meninjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Kota Cimahi, Senin (06/09/2021) (IKPS Humas Cimahi)
Plt Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana meninjau uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Kota Cimahi, Senin (06/09/2021) (IKPS Humas Cimahi)

Fokussatu.id - Plt Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana akan menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada satuan pendidikan di Kota Cimahi jika berdampak buruk terhadap peningkatan kasus Covid-19.

Hal itu dikemukakan Ngatiyana saat meninjau uji coba PTM di SMPN 1 Kota Cimahi, Senin (06/09/2021).

"Jika dalam uji coba pembelajaran tatap muka.... ternyata berdampak tidak baik terutama pada peningkatan kasus Covid-19 di Cimahi maka uji coba pembelajaran tatap muka akan kita hentikan lagi dan kita evaluasi lagi baiknya seperti apa," tegasnya.

Uji coba PTM di tingkat SMP seluruhnya ada 44 sekolah dengan kapasitas siswa yang masuk sebanyak 33 persen, kemudian tingkat TK ada 212 sekolah dengan kapasitas hanya lima siswa.

Baca Juga: Plt Wali Kota Cimahi Tinjau Pelaksanaan Uji Coba PTM di SMPN 1 Cimahi

Baca Juga: Disdik Cimahi: 212 PAUD, 116 SD, 45 SMP lolos Verifikasi diizinkan PTM

Ngatiyana melihat dan mengecek langsung bagaimana kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti mengecek daftar periksa dan sarana prasarana pendukung lainnya untuk menjamin kesehatan serta keselamatan seluruh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, serta masyarakat.

Pemberian izin PTM di masa penerapan PPKM level 3 berdasarkan kesiapan satuan pendidikan sesuai dengan daftar periksa yang wajib dipenuhi oleh satuan pendidikan, diantaranya sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, toilet bersih, disinfektan, akses fasilitas pelayanan kesehatan, wajib masker, pengecekan suhu tubuh dengan thermogun, pemetaan warga satuan pendidikan, persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua siswa.

“Saya melihat tiap - tiap ruangannya, kapasitas, jarak antara siswa dengan siswa sudah memenuhi syarat, kemudian sistem pembelajarannya dengan shif (bergiliran) sehingga dapat berjalan dengan baik," kata Plt Walikota.

Halaman:

Editor: Jumadi Kusuma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Honorer Pertanyakan Nasib Mereka Ke DPRD Jabar

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:34 WIB
X