• Rabu, 20 Oktober 2021

Komisi X DPR RI: Sejuta Guru PPPK terobosan Nadiem, Tidak Cerminkan Kebijakan Afirmatif Honorer senior

- Senin, 20 September 2021 | 14:59 WIB
Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB (fokussatu.id/Jumadi Kusuma)
Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB (fokussatu.id/Jumadi Kusuma)

FOKUSSATU.ID - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengapresiasi seleksi sejuta guru PPPK 2021 (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sebagai program terobosan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, sayangnya dalam pelaksanaannya program itu tidak mencerminkan kebijakan afirmatif terutama bagi honorer senior.

“Kami memahami jika program seleksi PPPK untuk sejuta guru honorer merupakan program terobosan dari Mendikbudristek Nadiem Makarim agar para guru honorer yang bertahun-tahun terpinggirkan bisa mendapatkan perhatian negara. Namun Tindakan afirmatif ini ternyata tidak tercerminkan dalam proses pelaksanaan seleksi,” kata Syaiful.

Menurutnya, proses seleksi PPPK tidak ramah bagi para guru honorer senior, pasalnya sebagian besar dari mereka tidak mampu mencapai passing grade yang disyaratkan dalam ujian kompetensi teknis (komtek).

Baca Juga: Gebyar Pendidikan Vokasi 2021 BBPPMPV BMTI wujudkan Link and Super Match lembaga Pendidikan Vokasi dan Iduka


Besaran poin afirmasi untuk beberapa kluster guru honorer yang diberikan Kemendikbudristek pun dinilai tidak cukup membantu mencapai batas minimal passing grade.

“Poin afirmasi untuk beberapa kluster guru honorer berkisar 50-70 poin saja. Padahal ambang batas atau passing grade untuk kemampuan teknis yang harus dicapai di kisaran 235-325 poin,” jelas Syaiful.

Kesulitan para guru honorer senior, imbuhnya, telah banyak disampaikan kelompok-kelompok guru baik melalui media sosial maupun secara langsung kepada dirinya.

Bahkan saat ini telah beredar surat terbuka para guru ke Menteri Nadiem maupun petisi untuk meminta penambahan poin afirmasi bagi para guru honorer berdasarkan masa kerja.

“Ada testimoni di media sosial betapa kecewanya dan sedihnya  seorang guru senior yang merasa gagal mencapai passing grade dalam komtek. Padahal dia dari sisi usia, masa kerjanya tinggal 3-4 tahun saja,” terang Syaiful.

Baca Juga: BBPPMPV BMTI bersama Kadin Jabar rintis Link and Supermatch dunia Pendidikan dan IDUKA

Komisi X DPR RI sudah berusaha mendorong penambahan poin afirmasi. Dalam beberapa kali rapat kerja dengan Kemendikbudristek aspirasi penambahan poin afirmasi bagi guru-guru honorer senior telah disampaikan.

Namun dengan berbagai alasan Kemendikbud Ristek juga Kemenpan RB menolak aspirasi tersebut.

“Kami sudah berulangkali mendorong penambahan poin afirmasi ini khususnya bagi para guru senior. Rasanya tidak adil jika mereka yang sudah lama mengabdi harus bersaing dengan para junior yang baru fresh graduate dan lebih piawai dalam menjawab soal-soal ujian komtek,” ujarnya.

Seharusnya, tegas Syaiful, seleksi penerimaan PPPK untuk sejuta guru honorer ini tidak bisa disamakan dengan model seleksi PPPK untuk bidang lain.

Seleksi PPPK untuk sejuta guru honorer semestinya mengadopsi pola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menyediakan jalur-jalur khusus untuk menampung keragaman latar belakang siswa.

“Ada jalur zonasi, ada jalur prestasi, ada jalur afirmasi, bahkan ada jalur pindah tugas orangtua. Tentu yang harus diadopsi dalam seleksi PPPK untuk guru honorer ini bukan jenis jalurnya, tetapi model seleksi yang menampung keragaman latar belakang guru honorer sehingga proses seleksi menjadi lebih fair,” paparnya.

Dalam waktu dekat Komisi X DPR akan memanggil pihak Kemendikbudristek untuk memberikan penjelasan terkait protes dari ribuan guru honorer atas pelaksanaan PPPK.

Syaiful berharap ada solusi terkait keberatan para guru honorer senior atas tingginya passing grade dalam ujian kompetensi teknis.

"Kami berharap ada solusi atas keberatan tersebut. Kami sih berharap ada perbaikan dalam seleksi PPPK selanjutnya, apakah dalam bentuk perubahan model seleksi atau ada penambahan poin afirmasi," tandasnya. ***

Editor: Jumadi Kusuma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diperiksa Polisi Denny Sumargo Dicecar 18 Pertanyaan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:31 WIB

Ini Saran DPRD Jabar Soal kendala Tol Cisumdawu

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:18 WIB

Kuli Bangunan Ini Edarkan Sabu Senilai Rp 6 Miliar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:49 WIB

Pulang dari Papua Ratusan Atlet Jabar Jalani Karantina

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:39 WIB

Duh, Macet Dimana-mana Kang Emil Imbau Ketatkan Prokes

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:08 WIB

Jika Galau Coba Saja Mampir ke Talaga Langit Cirebon

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:48 WIB

Soal Kasus Anak Nia Daniati, Menpan RB Jelaskan Ini

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Pameran Perjalanan Parlemen Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 01:11 WIB
X