Ramdansyah Dorong Command Centre Bawaslu Bisa Wujudkan Pemilu Profesional Efektif dan Efisien

- Rabu, 17 Mei 2023 | 21:33 WIB
Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei 2023. Saat jadi pembicara di acara sosialisasi Bawaslu. (Istimewa)
Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei 2023. Saat jadi pembicara di acara sosialisasi Bawaslu. (Istimewa)

FOKUSSATU.ID - Command Centre yang diinisiasi Bawaslu RI harus dapat mewujudkan sejumlah asas penyelenggaraan pemilu yang terbuka, profesional, efektif dan efisien.

Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah mengatakan hal tersebut di atas saat mteknologienjadi pemateri dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pelayanan informasi publik di lingkungan Bawaslu.

Giat yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti anggota Bawaslu dari 17 Provinsi di wilayah Barat, danberlangsung di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei hingga 18 Mei 2023.

Baca Juga: Pasca Reformasi Banyak Politisi Sudah Diijon, Ramdansyah Gusur Ajak Lakukan Ini

"Masyarakat dan lembaga membutuhkan teknologi informasi dan sebaliknya teknologi informasi membutuhkan masyarakat. Tapi teknologinya bukan malah merugikan masyarakat," ujarnya, Selasa 16 Mei 2023.

Ramdansyah yang juga mantan Panwaslu DKI Jakarta ini mencontohkan, teknologi canggih yang merugikan masyarakat itu terjadi, di dunia perbankan.

Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei 2023. Saat jadi pembicara di acara sosialisasi Bawaslu.
Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei 2023. Saat jadi pembicara di acara sosialisasi Bawaslu. (Istimewa)

Salah satunya, kebocoran data pribadi pegawai dan pelanggan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar 1, 5 terabita. Jutaan data bocor karena dugaan serangan siber kelompok peretas.

“Patut adanya mitigasi terhadap kasus seperti ini sebagai upaya perlindungan hak-hak korban. Bawaslu harus melihat kasus BSI sebagai early warning untuk dapat merformulakan hal hal yang patut disiapkan sebagai antisipasi serangan siber,” ujarnya.

Ramdansyah mengatakan kasus dunia perbankan Indonesia bisa terjadi pada lembaga manapun termasuk sistem informasi yang dimiliki Bawaslu.

Baca Juga: Ramdansyah Tegaskan Perlu Identifikasi Masalah Terkait Terbakarnya Depo Pertamina Plumpang

Lelaki berkacamata yang juga staf pengajar di STISIPPB ini juga mengatakan yang terkena penyalahgunaan TIK menghasilkan kesimpulan sederhana yakni teknologi yang diharapkan membantu manusia, untuk efisiensi dan efektifitas, malah justru menyusahkan.

"Intinya teknologi informasi yang ingin dikembangkan Bawaslu itu harus mampu mempermudah komunikasi yang ingin dilakukan," ujarnya.

Anggota Bawaslu Puadi mengatakan jajaran senantiasa berkomitmen meningkatkan data dan informasi serta pelayanan publik di lingkungan Bawaslu.

Halaman:

Editor: Arismen Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X