"Andai saja si penyebar lebih bijak, tidak langsung menyebarkan seperti ini," tulis salah satu anggota grup.
Baca Juga: 652 Warga Kebonjati Sukabumi Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat
Pernyataan lain bahkan menyebut bahwa penyebaran informasi telah membuat kasus menjadi tidak terkendali.
"Kalau sudah tersebar seperti ini, jadinya bola liar. Semua pihak bisa kena imbasnya," begitu tertulis dalam pesan lainnya.
Minta Agar Tidak Ada Sanksi DO
Di sisi lain, hal yang juga menjadi perhatian publik adalah munculnya permintaan agar para mahasiswa yang terlibat tidak dijatuhi sanksi berat, khususnya Drop Out (DO).
Dalam percakapan tersebut, beberapa orang tua berharap agar kampus dapat mempertimbangkan masa depan anaknya yang kini menjadi mahasiswa.
"Mohon kebijaksanaan pihak kampus, jangan sampai anak-anak ini di-DO. Kasihan masa depan mereka," demikian tertulis dalam salah satu pesan.
Baca Juga: Harumkan Nama Sukabumi di Internasional, Model Muda Diapresiasi Wali Kota
Terdapat pula yang menilai sanksi berat seperti DO terhadap para terduga pelaku, bukanlah solusi terbaik.
"Kalau bisa jangan sampai DO, cukup pembinaan saja. Mereka masih muda dan bisa diperbaiki," jelas anggota grup lainnya.
"Namanya juga anak muda, kadang khilaf. Jangan langsung dihukum berat,” tulis pesan lainnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait ihwal beredarnya chat grup orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat skandal pelecehan tersebut.***
Artikel Terkait
5 Tips Pakai Motor Listrik Harian Supaya Tetap Praktis dan Nyaman
Di Balik Tembok Tinggi, Cara Ibnu Wibowo Membangun Sistem Keamanan Humanis
652 Warga Kebonjati Sukabumi Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat
Harumkan Nama Sukabumi di Internasional, Model Muda Diapresiasi Wali Kota
Dua Tersangka Korupsi PT BDS Ditahan, Kejari Isyaratkan Ada Nama Lain, Kerugian Negara Rp128,5 Miliar