• Selasa, 21 September 2021

Tahun 2021, KPAID Kota Bogor Tangani 26 kasus Tindak Kekerasan Terhadap Anak

- Selasa, 14 September 2021 | 22:34 WIB
Komisi Perlindungan Anak (KPAID) Kota Bogor  (Ilustrasi)
Komisi Perlindungan Anak (KPAID) Kota Bogor (Ilustrasi)

FOKUSSATU.ID - Pada masa pandemi di sepanjang tahun 2021 ini puluhan kasus kekerasan anak marak kerap muncul terjadi di Kota Bogor.

Komisi Perlindungan Anak (KPAID) Kota Bogor, Dudih Syiarudin menyebutkan, bahwa hingga pertengahan tahun 2021 ini, pihaknya mencatat telah menerima laporan ada sebanyak 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Kota Bogor.

"Berdasakan catatan kita secara umum kasus tindak kekerasan terhadap anak di Kota Bogor ini tetap ada, bahkan hal tersebut justru cenderung berpotensi mengalami peningkatan saat ini," ujar Dudih kepada awak media, Selasa, (14/9/2021).

Di lain sisi, dijelaskan Dudih Syiarudin, bahwa selama delapan bulan, terhitung sejak bulan Januari lalu hingga bulan Agustus 2021, tidak kurang ada sebanyak 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak yang ditangani KPAID Kota Bogor. Dirinya juga menyebutkan, bahwa dari jumlah tersebut, delapan kasus atau dari 30 persen diantarannya merupakan tidak pelecehan seksual.

Baca Juga: Kolaborasi Makin Harmonis, Wali Kota Bogor Dukung Pelaksanaan Konferensi Cabang PWI Kota Bogor

"Tercatat hingga Bulan Agustus kemarin, total yang kami tangani setidaknya ada 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak, dari 26 kasus tersebut, delapan kasus atau 30 persen diantaranya itu merupakan tindak pelecehan seksual. Sementara sisanya itu macam-macam, seperti halnya tindak kekerasan terhadap anak verbal ataupun non verbal," jelas Dudih Syiarudin.

Kendati demikian, menurut Dudih Syiarudin, bahwa ada beberapa faktor tetap tingginya angka kekerasan di masa pandemi, seperti halnya tingginya aktifitas keluarga di dalam rumah, juga termasuk bekerja di rumah alias Work From Home (WFH), sehingga hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi tindakan kekerasan terhadap anak, baik itu kekerasa verbal ataupun non verbal.

Masih lanjut kata Dudi Syiarudin menambahkan, bahwa banyaknya aktifitas yang terfokus ke rumah, membuat orang tua terpicu kelelahan dalam menghadapi anak.

"Yang selama masa pandemi, anak juga lebih sering aktifitas di dalam rumah saat ini," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Wiera Fokussatu

Tags

Terkini

X