• Selasa, 4 Oktober 2022

Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM di Bandung Berujung Anarkis

- Kamis, 22 September 2022 | 22:47 WIB
Demo mahasiswa tolak kenaikan BBM di Gedubf DPRD  Jawa Barat berujung anarkis
Demo mahasiswa tolak kenaikan BBM di Gedubf DPRD Jawa Barat berujung anarkis

FOKUSSATU.ID- Demo Mahasiswa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)  berujung anarkis.

Aksi ratusan mahasiswa yang datang dari berbagai kampus di Bandung ini berlangsung di depan pintu gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat,  Kamis 22 September 2022.

Demo yang dgelar sejak siang hari itu berlangsung dalam suasana tidak kondusif . Mereka  melakukan perusakan fasilitas umum, seperti melempar pot bunga yang berada di badan jalan ke pekarangan gedung DPRD.

Melihat aksi demikian petugas mengingatkan para demonstran untuk bersikap sopan. Namun mereka terus saja berulah melempari batu. Karena tak bisa diingatkan  petugas pun bertindak, water canon yang sebelumnya standby dibelakang maju ke depan dan water canon  pun ditembakkan.

Selain itu  petugas berbaju hitam-hitam yang bersenjatakan gas air mata melontarkan pelor-pelor gasnya ke kerumunan mahasiswa.
Selanjutnya pintu gerbang dibuka, massa dikejar. Tiga di antaranya yang sebelumnya terpantau memprovokasi massa ditangkap.

Aksi Mahasiswa ke gedung DPRD Jabar ini datang secara bergelombang, dari jam 15.00 WIB. Mereka  menamakan dirinya Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB) dengan tajuk gerakan  "Pemerintah Gagal Mensejahterakan Ekonomi dan Kedaulatan Pangan."

Masa mulai berulah sekitar pukul 16.15 WIB. Mereka  melempari pekarangan DPRD Jabar dengan menggunakan gelas air mineral. Di antara mahasiswa itu terlihat juga massa berseragam hitam-hitam. yang disinyalir bukan dari kalangan mahasiswa. Orang-orang inilah yang selanjutnya bertingkah, mereka mulai menarik-narik kawat berduri yang membentengi pagar dan tembok gedung wakil rakyat tersebut .

Pagar berduri, ditarik-tarik massa aksi dengan menggunakan tangan, ada juga yang ditarik dengan menggunakan spanduk --spanduk yang sebelumnya ditaruh di pagar kawat berduri.

Setelah pagar kawat duri itu renggang, massa aksi selanjutnya memanjat pagar, di antara mereka ada yang bertelanjang dada, tubuhnya penuh tato.

Halaman:

Editor: Arismen Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waketum PB NU Resmikan Kantor PC NU Jakarta Utara

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:47 WIB

Nama Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:32 WIB

Rayakan HJKB ke 212 dengan Berbagi untuk Sesama

Jumat, 23 September 2022 | 18:33 WIB
X