• Sabtu, 4 Desember 2021

Wartawan Bukan untuk Ditakuti, Kajati Jabar: Kalau ada kajari yang Tertutup, laporkan!

- Selasa, 23 November 2021 | 13:15 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar (Dok Fokussatu)
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar (Dok Fokussatu)

FOKUSSATU.ID - Masih banyaknya pihak yang merasa ketakutan atau terintimidasi saat di kunjungi wartawan, Namun sejatinya apabila memang tujuan kedatangan wartawan itu bener maka pihak yang didatangi tidak perlu takut kalau tidak punya kesalahan.

"Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskus," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Kota Bandung, Senin (22/11/2021)

Kajati hadir dengan didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil. Rombongan diterima Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dan para pengurus harian.

Baca Juga: Teks Rangkaian Doa Saat Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021

Baca Juga: Ini Fakta-fakta Dibalik Video Syur 19 Detik Milik Remaja Asal Garut Jawa Barat

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya.

"Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan. Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan. Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik," ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Oleh karena itu, Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan.

Baca Juga: Kamis 25 November, Doa dan Teks Kemendikbudristek di Upacara Hari Guru Nasional, Lengkap!

Halaman:

Editor: Fazar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Warga Berhamburan Sambil Lari

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:21 WIB

Hari Disabilitas Pemprov DKI Luncurkan Layanan DINA

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:12 WIB

Polri Himbau Reuni 212 Sebaiknya Dihindari

Senin, 29 November 2021 | 21:04 WIB
X