FOKUSSATU.ID - Keinginan eks pegawai KPK untuk mendirikan partai politik baru merupakan ide yang bagus. Tetapi itu bukan pekerjaan ringan. Perlu waktu lama. Kalau mau lebih cepat, PKP bersedia menyiapkan karpet merah untuk mereka.
Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) menyambut baik gagasan Rasamala Aritonang, mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin mendirikan partai baru.
"Memberantas korupsi lewat partai politik merupakan pilihan yang tepat," kata Sekjen DPN PKP Said Salahudin dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu 13 Oktober 2021.
Baca Juga: Di Bekasi Angka Pengangguran Meningkat, 220 Ribu per September 2021
Masalahnya, kata Said, mendirikan parpol baru bukan perkara mudah. Untuk bisa menjadi peserta Pemilu sebuah parpol harus terlebih dahulu memenuhi segudang persyaratan untuk mendapatkan status badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Setelah berstatus badan hukum, jelas Said, masih ada seabrek syarat lain yang juga harus dipenuhi oleh partai baru agar dapat dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Nah, semua proses itu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Akan menguras terlalu banyak energi. Padahal, agenda pemberantasan korupsi tidak bisa menunggu waktu.
Baca Juga: Pulang dari PON XX Papua, 30 Kontingen Jabar Masuk Karantina, Ini Penyebabnya
"Jadi, disamping keinginan untuk membentuk partai baru, menurut saya teman-teman yang punya reputasi baik dalam memberantas korupsi itu juga perlu menyiapkan opsi lain, misalnya bergabung dengan partai politik yang sudah siap mengikuti Pemilu 2024," bebernya.
Kalau berkenan, imbuh Said, PKP bersedia menyiapkan karpet merah untuk menerima para pejuang anti-rasuah tersebut bergabung bersama kami. Sebab PKP adalah Rumah Besar Para Pejuang.
"Saya memastikan agenda perjuangan PKP mempunyai kesamaan dengan teman-teman eks pegawai KPK," ungkapnya.
Baca Juga: UPTD PAPLWS Pangandaran Terdampak Recofusing Anggaran, Ini Akibatnya
"Buktinya, Ketua Umum kami Pak Yussuf Solichien sampai berani mengatakan dihadapan Presiden bahwa seandainya saja tidak melanggar hukum, para koruptor itu pantasnya langsung ditembak mati saja. Apalagi terhadap mereka yang menggarong uang negara di saat rakyat sedang kesusahan," tambahnya.
Jadi, jelas Said kembali, dengan bergabung bersama PKP, diyakini bisa memperkuat dan mempercepat agenda pemberantasan korupsi bersama rakyat yang sejati hatinya menginginkan negara ini bebas dari praktik korupsi. PKP adalah partai politik yang tidak main-main dalam upaya pemberantasan korupsi.
Artikel Terkait
Ditunjuk Sebagai Sekjen PKP Begini Pernyataan Said Salahudin