Menteri Siti Nilai Kebijakan Sumber Daya Air dan Sumber Daya Lahan Sama Penting

- Jumat, 6 Januari 2023 | 00:11 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Nilai  Kebijakan Sumber Daya Air dan Sumber Daya Lahan Sama Penting
Menteri LHK Siti Nurbaya Nilai Kebijakan Sumber Daya Air dan Sumber Daya Lahan Sama Penting

FOKUSSATU.ID- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menilai kebijakan sumber daya air sama pentingnya dengan kebijakan sumber daya lahan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengembangkan perangkat kebijakan yang kuat dalam pengelolaan sumber daya lahan, yang terbaru adalah FOLU Net Sink 2030.

“Yang tak kalah penting, kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang berhasil menurunkan luasan lahan dan hutan yang terbakar seluas 1.396.380 ha atau 87,3% sejak tahun 2019,” ujar Menteri LHK , Siti Nurbaya dalam acara brainstorming (diskusi) dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir tahun di Jakarta.

Menurut Menteri Siti, kebijakan sumber daya air perlu diperkuat sesuai dengan UN Water Summit on Groundwater 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 7-11 Desember 2022 di Paris yang lalu, yakni ditegaskan perlunya penerapan integrated water resources management untuk penggunaan dan perlindungan air tanah, mata air dan air permukaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pada pertemuan tersebut Kementerian LHK memperoleh permanent seat di World Water Council yang akan berperan penting dalam penyelenggaraan World Water Forum 2024 di Bali.

Untuk memantapkan peran KLHK tersebut, telah dilakukan brainstorming (diskusi) dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyatukan pandangan berdasarkan aspek empiris dan faktual mengenai format tata kelola sumberdaya lahan yang bersinergi dengan sumberdaya air. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan World Water Forum 2024 mendatang, Indonesia tidak hanya berhasil dalam penyelenggaraan, namun juga memperoleh manfaat yang siginifikan dalam formulasi tata kelola sumberdaya air secara holistik.

Baca Juga: Sebanyak 57 Kontainer Kayu Merbabu Ilegal Dimankan LHK di Pelabuhan Tanjung Perak

Pada tahap pertama, telah dilakukan diskusi untuk membahas ketersediaan air di ekosistem unik karst serta konsep pengeloalannya yang menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai atribut bentang alam, baik aspek geologi, stratigrafi, konfigurasi topografi, tanah hingga aspek sosial kelembagaan.

Sementara itu Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc dan Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si, menyampaikan nilai strategis ekosistem karst selain merupakan kawasan sebagai pemasok dan tandon air untuk keperluan domestik, yang diperkirakan persediaan air sekitar 25% penduduk dunia bersumber dari karst.

Kawasan ini juga mempunyai sumberdaya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dari kegiatan pariwisata, penambangan bahan galian dan penghasil sarang burung walet. Di seluruh wilayah kepulauan Indonesia, luas kawasan karst mencapai hampir 20% dari total luas wilayah.

Halaman:

Editor: Arismen Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menkopolhukam Ingatkan Potensi Ancaman Karhutla

Sabtu, 21 Januari 2023 | 23:31 WIB

IndiHome Jaga Momentum Positif Di Era Pasca Pandemi

Kamis, 5 Januari 2023 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmi Cabut Kebijakan PPKM

Jumat, 30 Desember 2022 | 22:50 WIB
X