Indonesia, ASEAN dan Jerman Perkuat Kerjasama Penanganan Sampah Laut

- Jumat, 2 Desember 2022 | 22:09 WIB
Dialog Kebijakan Sirkularitas Plastik untuk Penanganan Sampah Laut
Dialog Kebijakan Sirkularitas Plastik untuk Penanganan Sampah Laut

FOKUSSATU.ID- Indonesia lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Sekretariat ASEAN dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) berinisiatif memperkuat kerjasama dalam bidang Sirkularitas Plastik Untuk Penanganan Sampah Laut. Mereka melaksanakan Dialog Kebijakan, di Jakarta, Rabu (30/11/2022). Forum pertama ini menjadi momen peluncuran resmi Proyek 3RproMar di Indonesia untuk periode 2022-2025.

Kerjasama ini merupakan Proyek ASEAN-Jerman yang berfokus pada isu ekonomi sirkular dan kesadaran lingkungan, khususnya penanganan sampah di laut. Dialog kebijakan menggali informasi, pengetahuan, strategi serta menjadi wadah pembelajaran dan bertukar informasi tentang sirkularitas plastik untuk mengatasi sampah laut di ASEAN yang diterapkan di Indonesia. Hasil dialog nantinya akan dijadikan rekomendasi untuk Proyek Reduce, Reuse, Recycle To Protect The Marine Environment And Coral Reefs (3RproMar) terkait isu-isu yang relevan dan dapat dieksplorasi untuk kerja sama pembangunan selanjutnya.

Dalam rangkaian pembukaan dialog diisi oleh beberapa narasumber yaitu Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK, Dasrul Chaniago yang mewakili Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan; Dr. David Tantow, Senior Policy Officer - BMZ; Dr. Vong Sok, Head of Environment Division, ASEAN Secretariat; dan Mr. Piyush Dhawan, Principal Advisor of GIZ 3RproMar Project.

Baca Juga: Besok, Ribuan Karyawan Perum Perhutani Jabar Akan Geruduk KLHK Tolak Kepmen LHK Terkait KHDPK

Dalam sambutannya, Dasrul Chaniago menyampaikan sampah laut mayoritas bersumber dari daratan khususnya kegiatan domestik perilaku masyarakat. Pencemaran sampah laut menjadi permasalahan lintas batas wilayah. Keberadaan sampah laut dapat mengganggu ekosistem dan pariwisata yang berdampak pada perekonomian.

“Untuk itu, perlu dilakukan pemantauan sampah laut dan kerjasama dari berbagai pihak untuk penanganan dan pengurangannya,” katanya.

Dr. David Tantow, atas nama Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dan akan terus mendukung rencana proyek ini. Indonesia akan melanjutkan peran kepemimpinannya dengan keketuaan ASEAN untuk tahun 2023 dan dapat mengandalkan Jerman sebagai mitra yang kuat.

“Proyek ini memegang peranan penting sebagai salah satu bentuk komitmen dan dukungan pemerintah Jerman untuk menjaga kerjasama internasional yang telah terjalin lama antara kedua negara, khususnya pada topik lingkungan yang berkelanjutan sebagai salah satu fokus utama kontribusi pemerintah Jerman dalam dunia global,” ujarnya.***

Editor: Arismen Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menkopolhukam Ingatkan Potensi Ancaman Karhutla

Sabtu, 21 Januari 2023 | 23:31 WIB

IndiHome Jaga Momentum Positif Di Era Pasca Pandemi

Kamis, 5 Januari 2023 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmi Cabut Kebijakan PPKM

Jumat, 30 Desember 2022 | 22:50 WIB
X