• Sabtu, 4 Desember 2021

Patuhi MK, Pemerintah Akan Perbaiki UU Cipta Kerja

- Kamis, 25 November 2021 | 20:50 WIB
Ilustrasi UU Cipta Kerja
Ilustrasi UU Cipta Kerja

FOKUSSATU.ID- pemerintah akan memperbaiki UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law..

Upaya pemerintah dan juga DPR untuk melakukan perbaikan dengan UU Cipta Kerja, setelah Mahkamah Konstitusih mengeluarkan putusan terkait uji materil dan uji formil terhadap undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja.

Dalam putusannya, MK memerintahkan pemerintah dan DPR memperbaiki UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law. MK meminta agar UU tersebut diperbaiki dalam jangka waktu 2 tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menghormati dan mematuhi putusan MK. Airlangga  menyatakan pemerintah akan melaksanakan putusan UU Nomor 11 Tahun 2020 dengan sebaik-baiknya.

"Setelah mengikuti sidang MK, pemerintah menghormati dan mematuhi putusan MK serta akan melaksanakan UU 11/2020 Cipta Kerja dengan sebaik-baiknya sesuai putusan MK dimaksud,"  ujar  Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Titik Terang Perjuangan Buruh Mulai Tampak, MK Memutuskan UU Cipta Kerja Inkonstitusional

Airlangga mengatakan, dalam putusan MK disebutkan bahwa UU Cipta Kerja masih berlaku secara konstitusional sampai dilakukan perbaikan dengan tenggat waktu yang ditetapkan MK, yakni paling lama 2 tahun.

Putusan MK menyatakan agar pemerintah tidak menerbitkan peraturan baru yang bersifat strategis sampai dengan dilakukan perbaikan atas pembentukan UU Cipta Kerja. Dengan demikian, peraturan perundangan yang telah diberlakukan untuk melaksanakan UU Cipta Kerja tetap berlaku.

Kata  Airlangga, pemerintah akan menindaklanjuti putusan MK dengan menyiapkan perbaikan UU tersebut. "Melaksanakan dengan sebaik-baiknya arahan MK lainnya sebagaimana dimaksud dalam putusan MK tersebut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebaran Provinsi Terbanyak Penambahan Kasus Covid-19

Kamis, 2 Desember 2021 | 19:56 WIB

Massa Reuni 212 Tolak Dibubarkan

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:21 WIB

Peserta Reuni 212 Bacakan Pesan Habib Rizieq Shihab 

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:17 WIB

20 Negara Laporkan Varian Baru Omicron

Rabu, 1 Desember 2021 | 22:13 WIB
X