• Minggu, 17 Oktober 2021

DPR Minta Pemerintah Siapkan Prokes Jamaah Terkait Pembukaan Umroh

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:19 WIB
Kegiatan Sholat Jumat di Masjidil Haram
Kegiatan Sholat Jumat di Masjidil Haram

FOKUSSATU.ID- Pemerintah Indonesia diminta  menyiapkan protokol kesehatan (prokes) bagi calon jamaah yang hendak beribadah umrah demi menghindari risiko penularan virus Covid-19. Permintaan ini disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori. Ia juga  mengapresiasi  dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi bagi calon jamaah asal Indonesia.
 
“Itu kabar baik bagi kita semua. Kendati demikian, penyelenggaraan perlu dipastikan memperhatikan prokes  yang optimal. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama mengambil tanggung jawab dalam menyiapkan penegakan prokes bagi warga negara kita dengan sebaik-baiknya,” kata Bukhori belum lama berselang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera  ini mengakui, penegakan prokes dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi membawa konsekuensi terhadap pembengkakan biaya, salah satunya adalah munculnya komponen biaya karantina bagi calon jemaah apabila tidak memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan. Karena itu  Bukhori menyarankan  pemerintah  untuk  menyiapkan skema biaya  penyelenggaraan umrah yang tidak memberatkan calon jamaah.
 

Baca Juga: Kemenag Resmi Tetapkan Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada 20 Oktober 2021

“Selain dari segi kesehatan, intervensi pemerintah juga dibutuhkan untuk mengatasi potensi pembengkakan biaya yang harus dikeluarkan oleh jamaah, khususnya untuk kebutuhan karantina. Karena itu saya mendorong peran pemerintah memastikan penyelenggaraan umrah yang tidak memberatkan para jamaah kita,” kata Bukhori. 

Legislator dari pemilihanJawa Tengah I ini mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan prosedur penegakan prokes dalam menyambut kedatangan jamaah umrah Indonesia sepulang dari Tanah Suci. Sebab, lanjut dia, kasus pandemi global belum sepenuhnya membaik lantaran penambahan kasus di sejumlah negara masih terus terjadi.          

 Jadi, ketika sampai di Tanah Air, yang  harus dilakukan adalah protokol yang jelas dan tidak merepotkan dengan tetap menyadari bahwa saat ini pandemi belum usai. " Ini semata-mata demi mengantisipasi risiko terjadinya gelombang ketiga pandemi di Indonesia sekaligus memelihara keselamatan bersama,”  Bukhor menambahkan.

 Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Pemerintah Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah bagi calon jamaah asal Indonesia. Keterangan itu ia peroleh dari nota diplomatik yang disampaikan oleh Pemerintah Arab Saudi pada 8 Oktober 2021 lalu.***

Conten Creator Jurnalis  gus

 

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Saat Webinar, Ketua Bawaslu Diserang Hacker

Jumat, 15 Oktober 2021 | 01:24 WIB
X