• Rabu, 20 Oktober 2021

Pemajuan Jadwal Pemilu 2024 Rugikan Parpol Non Parlemen

- Senin, 20 September 2021 | 22:26 WIB
 (Sekjen PKP Said Salahudin)
(Sekjen PKP Said Salahudin)

FOKUSSATU.ID- Agenda memajukan jadwal Pemilu di bulan Februari 2024 sangat tidak adil. Putusan MK yang membedakan cara verifikasi parpol menjadi salah satu alasannya.
Said Salahudin, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) mengatakan, jika hari pemungutan suara dimajukan ke bulan Februari, itu artinya jadwal tahapan Pemilu 2024 otomatis akan dimulai lebih awal. Akibatnya, jadwal pelaksanaan verifikasi parpol calon Peserta Pemilu 2024 pun akan dipercepat sekira dua bulan.

"Percepatan pelaksanaan verifikasi itu tentu saja merugikan bagi parpol non parlemen. Sebab, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVIII/2020, verifikasi parpol dibedakan dalam dua kategori,"ujarnya.

Berdasarkan Putusan itu, sembilan parpol yang saat ini mempunyai kursi di DPR RI, hanya diwajibkan lulus verifikasi administrasi. Adapun terhadap tujuh parpol non-parlemen dan parpol lain yang tidak ikut Pemilu 2019 diwajibkan harus lulus verifikasi administrasi dan verifikasi faktual jika ingin ditetapkan sebagai Peserta Pemilu 2024.

Baca Juga: PKP: Hati Hati Ubah Jadwal Pemilu

Nah, dengan aturan main versi MK itu saja parpol-parpol non-parlemen sudah dirugikan. Apalagi jika waktu yang menjadi hak mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi verifikasi juga ikut disunat.

"Waktu dua bulan itu jadi barang mewah bagi parpol yang terkena aturan verifikasi ganda. Sebab, dalam kurun waktu tersebut, ada banyak hal yang bisa dikerjakan oleh pengurus partai di setiap tingkatan untuk memenuhi seluruh persyaratan verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual,"sambungnya.


Oleh sebab itu, agenda pemajuan jadwal Pemilu di bulan Februari 2024, kata Said, harus ditolak. PKP merasa diperlakukan tidak adil dan mengajukan protes keras atas rencana tersebut. Apalagi sebagai salah satu calon Peserta pemilu 2024 pihaknya sama sekali tidak pernah diajak bicara oleh DPR, Kemendagri, KPU, dan Bawaslu terkait agenda tersebut.

"Ini jelas tidak benar. Sebagai salah satu parpol non-parlemen, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) merasa sangat dirugikan karena hak konstitusional kami seolah dinjak-injak oleh rencana tersebut.
Pemilu hanya boleh dilaksanakan sepanjang asas keadilan dapat dipenuhi. Kalau tidak adil, maka Pemilu harus dinyatakan inkonstitusional,"pungkasnya. (gus)

 

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diperiksa Polisi Denny Sumargo Dicecar 18 Pertanyaan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:31 WIB

Ini Saran DPRD Jabar Soal kendala Tol Cisumdawu

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:18 WIB

Kuli Bangunan Ini Edarkan Sabu Senilai Rp 6 Miliar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:49 WIB

Pulang dari Papua Ratusan Atlet Jabar Jalani Karantina

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:39 WIB

Duh, Macet Dimana-mana Kang Emil Imbau Ketatkan Prokes

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:08 WIB

Jika Galau Coba Saja Mampir ke Talaga Langit Cirebon

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:48 WIB

Soal Kasus Anak Nia Daniati, Menpan RB Jelaskan Ini

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:11 WIB
X