FOKUSSATU.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Jawa Barat hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman menyampaikan bahwa sektor Perbankan di Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan positif (year on year) tercermin dari beberapa indikator, antara lain Total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit, dengan tingkat pertumbuhan masing-masing pada posisi Januari 2026 sebesar 5,27 persen 6,78 persen; dan 2,57persen.
“Kami melihat sektor jasa keuangan di Jawa Barat masih mampu menjaga stabilitas dan tumbuh secara positif, meskipun tekanan ekonomi global dan nasional cukup tinggi. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat,” ujar Darwisman.
Baca Juga: Tepat Waktu Nyaris Sempurna, berikut 10 Kereta Api Favorit Pelanggan di wilayah Daops 2 Bandung
Tingkat risiko kredit yang direfleksikan oleh rasio Non-Performing Loan (NPL) relatif terjaga dalam batas threshold dengan nilai 3,39 persen. Berikutnya, fungsi intermediasi yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 138,65 persen menunjukan bahwa porsi kredit yang disalurkan kepada masyarakat yang lebih besar dibandingkan Dana Pihak Ketiga yang dihimpun.
Penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat tercatat mencapai Rp1.014,91 triliun, tumbuh 2,57 persen (year-on-year/YoY). Jawa Barat juga menempati posisi sebagai provinsi dengan penyaluran kredit terbesar kedua secara nasional dengan kontribusi sebesar 11,92 persen terhadap total kredit nasional dimana penyaluran kredit Nasional mencapai Rp7.951 triliun (tumbuh 9,85 persen).
Dari sisi pertumbuhan kredit, Provinsi Jawa Barat lebih rendah daripada DKI Jakarta (19,81 persen YoY), Kalimantan Timur (6,26 persen YoY), dan Sumatera Utara (4,85 persen YoY).
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit (berdasarkan lokasi proyek bukan bank) terbesar disalurkan ke Rumah Tangga sebesar Rp436,08 triliun (tumbuh 5,30 persen YoY) dan Industri Pengolahan sebesar Rp168,63 triliun (tumbuh sebesar 6,91 persen YoY).
Baca Juga: Doni Salmanan Kembali Muncul di Media Sosial, Unggahan Penuh Haru Tuai Respons Warganet
Perlambatan penyaluran kredit disebabkan oleh penurunan kredit yang cukup signifikan pada sejumlah sektor, yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Rp819 miliar) dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Rp3,76 triliun) karena adanya kenaikan risiko kredit pada sektor-sektor unggulan tersebut.
Namun demikian, terdapat beberapa sektor yang membukukan pertumbuhan kredit dengan risiko tergolong rendah a.l Konstruksi tumbuh 3,53 persen YoY dengan NPL gross sebesar 3,68 persen, Bukan Lapangan Usaha Lainnya tumbuh 6,22 persen dengan NPL gross sebesar 4,17 persen, dan Real Estate tumbuh 18,53 persen YoY dengan NPL gross 1,09 persen.
“Kami tetap mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif dengan risiko yang terukur, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujar Darwisman.
Berdasarkan kegiatan usaha, perbankan masih didominasi oleh jenis usaha konvensional dengan market share Aset, DPK, dan Kredit masing-masing sebesar 90,30 persen (Rp953 triliun), 89,40 persen (Rp671 triliun), dan 88,58 persen (Rp922 triliun). Adapun sisanya merupakan jenis usaha Syariah.
Sedangkan, Berdasarkan fungsinya, perbankan di Jawa Barat per Januari 2026 didominasi oleh Bank Umum dengan market share Aset, DPK, dan Kredit masing-masing sebesar 96,76 persen (Rp1.021 triliun), 96,94 persen (Rp728 triliun), dan 97,63 persen (Rp1.016 Triliun). Adapun sisanya merupakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).***(011)
Artikel Terkait
Akhirnya Bebas! Doni Salmanan Keluar Penjara, Tapi Masih Diawasi Sampai 2029
Diduga Lakukan Mesum, Wanita Digeruduk Warga di Depan RSUD Datu Beru Takengon
Perhutani KPH Bandung Utara Perkuat Sinergi dengan LMDH Sarimukti
Beredar Curhatan Ibu soal Dugaan Bayinya Hampir Diambil Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung
Doni Salmanan Kembali Muncul di Media Sosial, Unggahan Penuh Haru Tuai Respons Warganet
Tepat Waktu Nyaris Sempurna, berikut 10 Kereta Api Favorit Pelanggan di wilayah Daops 2 Bandung