• Kamis, 23 September 2021

Perpres Bonus Fantastis untuk Wamen

- Sabtu, 11 September 2021 | 22:19 WIB
Pemerintah mengeluarkan regulasi yang menjamin jabatan Wamen mendapat kompensasi ratusan juta (Sri Mulyani Awaliyah)
Pemerintah mengeluarkan regulasi yang menjamin jabatan Wamen mendapat kompensasi ratusan juta (Sri Mulyani Awaliyah)

FOKUSSATU.ID - Wakil Menteri (Wamen) yang akan berakhir jabatannya akan mendapatkan uang bonus senilai Rp. 580. 454. 000 untuk satu periode masa jabatan. Ketentuan pemberian uang penghargaan itu tertuang dalam pasal 8 Perpres 77/2021 yang merupakan hasil pengubahan atas Perpres No. 60 Tahun 2012 tentang Wamen.

Pemerintah mengeluarkan regulasi yang menjamin jabatan Wamen mendapat kompensasi ratusan juta, ditengah kesulitan rakyat yang menghimpit, negara mempertontonkan hilangnya sense of crisis pada rakyatnya.
Inilah fakta pemimpin produk sistem politik demokrasi sekuler. Fakta ini semakin menguatkan pandangan publik bahwa jabatan dalam sistem demokrasi hanya bagian dari politik balas budi dan politik kekuasaan. Sehingga memberikan kursi pada pendukung serta memberikan gaji yang fantastis menjadi hal biasa. Yang pada akhirnya kebijakannya tak lagi memihak rakyat.

Baca Juga: Indonesia Kembali Menerima Vaksin Covid-19, Kali Ini Johnson & Johnson dari Belanda

Kebijakan hanya memihak para oligarki sehingga ditengah pandemi, rakyat harus berjuang sendiri, Pemerintah yang sedari awal 'gagap' dalam menangani pandemi covid-19 sehingga melahirkan pandemi-pandemi lain semisal kelaparan, pemutusan hubungan kerja, putus sekolah, peningkatan permintaan perceraian, dan yang terbaru adanya demontrasi orangtua terhadap pungutan uang seragam untuk dipakai disaat pembelajaran tatap muka, ini membuktikan penangan yang tidak sungguh-sungguh dalam sistem Kapitalisme hanya melahirkan permasalahan yang lain, sehingga diperlukan adanya sistem yang memang betul-betul melayani warga negaranya sesuai dengan aturan yang di kehendaki oleh PenciptaNya, bukan aturan manusia yang banyak kelemahan serta kekurangan.

Didalam Islam kekuasaan mengangkat kepala negara ada di tangan rakyat melalui baiat untuk menjalankan kehendak dan kedaulatan hukum Alloh, sebagai mana dalam firman-Nya dalam QS Yusuf Ayat 40 yang artinya : " Keputusan itu hanya milik Alloh".
Pemimpin dalam Islam menyadari bahwa pelaksanaan tugasnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh di akhirat kelak.
Abdullah bin Umar, mengatakan Rosulullah SAW bersabda "ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggungjawab dengan kepemimpinannya atas mereka"

Kondisi pandemi saat ini butuh kepekaan pemimpinnya, butuh pemimpin yang empati, mementingkan kepentingan rakyat dan tidak berfoya-foya diatas penderitaan rakyatnya.

Semua pihak bahu membahu demi suksesnya segala upaya memutus penularan covid-19.
Dalam konsep Islam Kaffah sumber daya dan dana milik negara di alokasikan untuk penanganan wabah, disalurkan kepada rakyat dengan tepat, amanah , tidak dikorupsi sepeserpun.

Penulis: Sri Mulyani Awaliyah

Editor: Wiera Fokussatu

Tags

Terkini

Kini, Sudah Ada 8 Sekolah Lansia di Kota Bandung

Kamis, 23 September 2021 | 13:04 WIB
X