• Sabtu, 4 Desember 2021

Sekjen PDRI Membantah Terlibat JI dan Beri Dana untuk Aksi Terorisme

- Senin, 22 November 2021 | 17:25 WIB
Pengurus PDRI saat soft launching di Jakarta. (Dokumen)
Pengurus PDRI saat soft launching di Jakarta. (Dokumen)

FOKUSSATU.ID - Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) membantah terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan memberikan pendanaan atas aksi terorisme.

Karenanya PDRI akan mengambil langkah hukum atas para pemfitnah yang menyebutkan PDRI terindikasi terlibat dalam JI dan jaringan terorisme.

Sekjen Partai Dakwah Rakyat Indonesia, Yunasdi, mengatakan Partai Dakwah Rakyat Indonesia merupakan partai Islam.

Baca Juga: Polisi Akan Mediasi Persiteruan Keluarga Arteria Dahlan dengan Wanita yang Mengaku Anak Jenderal

"Menyatakan bahwasanya ada pernyataan dari institusi Polri, bahwa Partai Dakwah Rakyat Indonesia adalah bagian daripada JI Jamaah Islamiyah. Kami Partai dakwah ini tidak ditumpangi atau disusupi atau ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, baik itu aliran-aliran sesat, aliran aliran yang bersifat teroris maupun yang lainnya, bahwa kita pure partai dakwah yang ingin mengembalikan islam ini sebagaimana mestinya," ujar Yunasdi dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun Youtube @Partai Dakwah, Minggu 21 November 2021.

Yunasdi menuturkan, Partai Dakwah Rakyat Indonesia ini dibentuk dengan tujuan agar Islam memiliki sikap politik yang tegas. Serta umat islam kembali ke jalan yang benar dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Baca Juga: Arteria dan Ibunya Dimaki Wanita Muda yang Mengaku Anak Jenderal

"Pada bulan Ramadhan menyatakan kita ingin mendirikan partai islam ideolog, maka dalam prosesnya 26 Juni 2020 itu dibentuk lah rapat, dibentuk tokoh-tokoh membentuk BPUPPI atau Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideolog, yang mana bertujuan untuk umat Islam ini punya sikap politik yang tegas," ujarnya.

"Adapun visi dan misi kita menghimbau supaya umat islam ini insaf kembali ke jalan yang betul-betul jalan yang ditentukan oleh Allah, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, menegakkan amar makruf nahi mungkar. oleh karena itu mazhab kita adalah sunnah wal jamaah, maka tidak ada lagi aliran-aliran yang bisa diterima oleh Partai Dakwah Rakyat Indonesia," sambungnya.***

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebaran Provinsi Terbanyak Penambahan Kasus Covid-19

Kamis, 2 Desember 2021 | 19:56 WIB

Massa Reuni 212 Tolak Dibubarkan

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:21 WIB

Peserta Reuni 212 Bacakan Pesan Habib Rizieq Shihab 

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:17 WIB

20 Negara Laporkan Varian Baru Omicron

Rabu, 1 Desember 2021 | 22:13 WIB
X