Belum Ditemukan Varian Omicron, Warga Bandung Diimbau Tetap Disiplin Prokes

photo author
Asep Fokussatu, Fokus Satu
- Senin, 20 Desember 2021 | 19:44 WIB
Warga Bandung diimbau tetap disiplin prokes antisipasi varian Omicorn (hms bdg)
Warga Bandung diimbau tetap disiplin prokes antisipasi varian Omicorn (hms bdg)

FOKUSSATU.ID – Cakupan dosis pertama vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 100 persen. Bahkan, terhitung tanggal 19 Desember 2021, penyuntikan dosis pertama telah melebihi target.

Guna menciptakan kekebalan kelompok di Kota Bandung minimal harus bisa memberikan vaksin kepada 1.952.358 orang. Angka tersebut yakni standar minimal cakupan sebesar 70 persen dari jumlah penduduk di Kota Bandung.

Dari data laporan terakhir pada 19 Desember 2021, dosis pertama vaksinasi di KOta Bandung sudah mencapai 1.956.190 orang. Sementara dosis kedua mengikuti sebanyak 1.732.031 orang.

Baca Juga: Libur Nataru, Kepolisian Tegaskan Tidak Ada Penyekatan di Pintu Masuk Menuju Kota Bandung 

"Kita sudah melebihi target atau total sudah 100,20 persen. Untuk vaksin kedua sudah mencapai 88,70 persen," ucap Ema Sumarna, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Senin, 20 Desember 2021.

Ema menuturkan, capaian ini sudah sangat baik mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengaselerasi agar target 100 persen vaksinasi tercapai pada Desember 2021. Sehingga kekebalan kelompok di Kota Bandung dapat secepatnya terbentuk.

Sedangkan untuk dosis kedua, Ema menuturkan, hal ini mengingat adanya masa jeda pemberian vaksin dan harus mencocokan terkait jadwal penyuntikan vaksin.

"Vaksin tidak ada masalah, tapi mengenai penjadwalan orang yang mungkin pada saatnya vaksin bisa saja dalam waktu bersamaan punya agenda lain, itu tidak mudah. Tinggal dibantu saja bahwa ini prioritas atau tidak," jelasnya.

Lebih lanjut Ema mengungkapkan, dari laporan terbaru, kondisi pandemi di Kota Bandung relatif terkenali. Dengan indikator keterisian tempat tidur ada di kisaran 5 persen dan positivity rate sebesar 1,2.

Ema mengungkapkan, saat ini belum ada temuan kasus Omnicron di Kota Bandung. Meski begitu, dia mewanti-wanti agar warga KOta Bandung tak lengah dan mengabaikan protokol kesehatan.

"Hari ini belum ditemukan omnicron dan mudah-mudahan selamanya tidak. Tapi yang paling utama itu tetap semua masyarakat harus prokes yang kuat dan disiplin tinggi," tuturnya.

Walau terkendali, Ema menyatakan, di libur natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti tetap diterapkan sejumlah skema pengetatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Hal ini guna mengantisipasi agar tidak terjadi gelombang kasus yang melonjak mengingat terdeteksinya varian baru Covid-19.

Baca Juga: Yana Ajak Para Purnabakti Kolaborasi Bangun Kota Bandung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Fokussatu

Sumber: Humas Kota Bandung

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X