Ia juga menilai Mang Oded ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga keterlibatan masyarakat mulai dari unit terkecil yaitu keluarga terus dibangun melalui program Buruan SAE.
"Artinya dengan Buruan Sae dan Kang Pisman pertumbuhan ekonomi sebisa mungkin dinikmati masyarakat luas tidak hanya segelintir kelompok kecil elit ekonomi" tuturnya.
Menurut Syaiful, kekompakan telah terbangun antara Mang Oded dengan wakilnya Yana Mulyana dan juga Sekda, Ema Sumarna. Modal inilah yang akan membawa Yana yang kini menjabat sebagai Plt. wali kota untuk meneruskan jejak langkah Mang Oded.
"Sebagai warga Kota Bandung saya punya optimisme Kang Yana akan meneruskan agenda-agenda prioritas dari Mang Oded. Tapi dengan waktu yang terbatas hanya sampai September 2023 Kang Yana harus fokus," katanya.
"Dari agenda prioritas Mang Oded harus dipilih yang betul-betul bisa menghasilkan dan memberi dampak maslahat bagi masyarakat luas." imbuhnya.
Ia menyebut, ada tiga program prioritas. Pertama fokus pada pengembangan program Buruan Sae dan Kang Pisman. Lakukan eskalasi, perluasan skala, dan penguatan ekosistem Buruan Sae dan Kang Pisman.
Kedua mempercantik tampilan tata kota seperti di beberapa ruas jalan utama, pintu keluar masuk kota, dan juga taman-taman kota.
"Karena masyarakat masih suka melihat yang tampak dari fisik, sehingga Mang Oded sudah mencanangkan city scape. Kalau bisa di wilayah dan pusat keramaian di kecamatan juga dipercantik," tuturnya.
Terakhir, lanjutnya, Kang Yana harus bisa melakukan terobosan dalam pembiayaan alternatif di luar APBD, karena seperti diketahui adanya Covid-19 berdampak pada APBD yang terbatas.
"Mang Oded sudah melakukan MoU, contohnya dengan BPKH RI. Itu bisa dimanfaatkan baik investasi langsung maupun penerbitan sukuk daerah untuk membangun 2-3 proyek infrastruktur," tuturnya.
"Pertama Mang Oded sudah menggagas revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah di Ujungberung, Revitalisasi Pasar, dan pipa PDAM untuk penyaluran air baku ke Kota Bandung. Itu adalah peluang, tinggal dieksekusi oleh Kang Yana dan Pak Ema sebagai Sekda."
"Selanjutnya tinggal Kang Yana dan Sekda berjemaah menjaga tata kelola pemerintah yaitu bagaimana ASN Kota Bandung tanggap dan sigap, bekerja berbasis data, mampu kerjasama cross-cutting, dan menjadi birokrasi yang berwatak melayani," tutur Syaiful.***
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Umumkan, Varian Omicron Sudah Masuk Ke Indonesia, Begini Kasusnya
MPR Soroti Masuknya Kasus COVID-19 Varian Omicron Ke Indonesia
Pemkot Bandung Beri Penghargaan bagi 10 Pelestari Cagar Budaya
Pemkot Bandung Integrasikan Layanan Digital Melalui Aplikasi Bandung Smart City Sadayana
Yana Ajak Para Purnabakti Kolaborasi Bangun Kota Bandung