• Minggu, 17 Oktober 2021

Masyarakat Lapisan Bawah Tertipu dan Terjerat Pinjol, Ini Tanggapan Jokowi

- Senin, 11 Oktober 2021 | 19:24 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

FOKUSSATU.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendengar keluhan masyarakat lapisan bawah yang tertipu, dan terjerat bunga tinggi dari perusahaan pinjaman online (pinjol) di tengah pesatnya digitalisasi sektor ekonomi dan keuangan.

Kondisi itu memaksa Presiden Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga dan mengawasi perkembangan digitalisasi sektor keuangan. Harapannya, agar bisa tumbuh secara sehat dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” paparnya dalam OJK Virtual Innovation Day di Istana Negara, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Ariel Noah Jadi Bintang Tamu Emak-emak Masak, Dina Lorenza Minta Sekecup Dua Kecup

Hadir dalam acara online tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan para pejabat terkait lainnya.

Fenomena dampak pinjaman online (pinjol) tersebut muncul seiring dengan pesatnya gelombang digitalisasi di tengah pandemi COVID-19, yang memunculkan bank digital, asuransi digital, pembayaran elektronik (e-payment), dan layanan finansial berbasis teknologi (fintech).

Jokowi meminta semua pihak yang berkepentingan menyikapinya dengan cepat dan tepat. “Kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan, dan berbagai e-payment,” sebutnya.

Baca Juga: Puncaki Google Trends Gegara Marahi Kakek-kakek, Baim Wong Jelaskan Kronologinya

Presiden meminta OJK dan pelaku industri jasa keuangan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab, kuat, dan berkelanjutan. Ekosistem keuangan digital juga harus memiliki kebijakan mitigasi risiko terhadap masalah hukum dan sosial guna mencegah kerugian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minat Investasi Saham di Jabar Cukup Tinggi

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:41 WIB

APINDO: Sukabumi Bisa Menjadi Business Interchange

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 14:40 WIB

Setember, Jabar Alami Deflasi 0,11 Persen

Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:51 WIB

OJK Luncurkan Program Kampus UMKM Bersama

Jumat, 1 Oktober 2021 | 11:05 WIB
X