Rasulullah SAW Larang Meniup Makanan dan Minuman, Baru Tahu Ternyata Ini Alasannya

photo author
Asep Fokussatu, Fokus Satu
- Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:23 WIB
Nabi Muhammad SAW melarang meniup makanan dan minuman (net.com)
Nabi Muhammad SAW melarang meniup makanan dan minuman (net.com)

FOKUSSATU.ID – Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya mentaati apa yang sudah diajarkan Rasulullah SAW kepada kita. Beliau merupakan sauri teladan baik yang patut ditiru.

Ada berbagai larangan dan perintah yang diajarkan Rasulullah SAW untuk umatnya. Diantara perintah larangan yang Rasulullah SAW perintahkan yakni, melarang umatnya meniup makanan dan minuman.

Larangan tersebut tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwasannya dia berkata, "Rasulullah SAW melarang meniup makanan."

Lalu apa alasannya sehingga Nabi Muhammad SAW melarang kita meniup makanan dan minuman ?

Lembaga Fatwa Dar al-Ifta Mesir menyampaikan pemaparan mengenai hal itu.

Baca Juga: Doa Agar Diberi Keistiqomahan Setelah Bertaubat

Larangan meniup makanan dan minuman punya kaitan dengan kebersihan dan etika terhadap apa yang dikonsumsi. Dahak, lendir, dan bau mulut yang tidak enak itu keluar bersama napas dan menimbulkan bau tak sedap sehingga membuat orang jijik saat menyantap makanan atau meneguk minuman.

Sehingga larangan tersebut karena ada kekhawatiran sebagian dari air liur akan jatuh ke dalam makanan dan akan membuat jijik orang yang hendak memakannya. Tidak ada sesuatu yang berbahaya soal mengapa itu dilarang dan alasan pelarangan itu bukan karena air liur manusia itu najis. Secara syariat, air liur manusia itu suci.

Syariat Islam adalah syariat terpadu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah SWT telah mengatur ajaran Islam, hukum-hukumnya dan etika agar manusia dapat menata segala aspek kehidupan. Mulai dari ibadah, makanan, minuman, pakaian, pendidikan, dan perilaku individu maupun masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak." (Ditakhrij oleh Imam al-Bazzar dari jalur Abu Hurairah)

Imam Ath-Thabrani memasukkan hadits tersebut ke dalam kitabnya, Al-Awsat. Dia merujuk pada kitab yang tulis Ibn Battal yakni Syarah Shahih al-Bukhari. Dalam kitab ini, disebutkan bahwa Al-Muhallab berkata:

Baca Juga: Doa Turun Hujan Menurut Imam Syafii dan An Nawawi

"Dalam hadits-hadits bab mengenai hal ini ada bukti bahwa air liur manusia tidak najis. Ini menandakan bahwa larangan meniup makanan dan minuman itu bukan karena air liur itu mengotorinya, melainkan karena khawatir orang yang mengonsumsinya akan mengotorinya atau mempermalukannya sehingga datanglah perintah untuk berdisiplin terhadap makanan dan minuman."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sambut Imlek 2026 dengan 50 Doa dan Harapan Terbaik

Selasa, 17 Februari 2026 | 10:57 WIB
X