FOKUSSATU.ID - Pemerintah Kota Bandung masih melakukan penanganan banjir yang melanda kawasan Rancabolang dan Derwati. Hingga Jumat, 17 April 2026, genangan air dilaporkan masih bertahan di empat rukun warga (RW) dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 800 jiwa. Pemerintah kota, kata dia, saat ini memprioritaskan langkah tanggap darurat, termasuk penyediaan logistik dan layanan kesehatan bagi warga.
“Fokus kami pada penanganan darurat, terutama distribusi bantuan dan layanan kesehatan di lokasi terdampak,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung.
Baca Juga: Bandung Bedas Expo 2026 Resmi Dibuka di Tengah Tantangan Bencana
Menurut dia, salah satu kendala utama dalam penanganan banjir berkaitan dengan sistem aliran air yang saling terhubung antara Sungai Cinambo dan Sungai Citarum.
Ketika Sungai Citarum meluap, aliran dari Sungai Cinambo tidak dapat mengalir secara optimal sehingga menyebabkan genangan bertahan lebih lama.
“Cinambo bermuara ke Citarum. Saat Citarum banjir, aliran dari Cinambo tertahan,” kata dia.
Baca Juga: Pemkot Bandung Kembangkan BSM Pro untuk Perencanaan Tata Ruang
Upaya pemompaan air juga menghadapi hambatan akibat keterbatasan infrastruktur. Jarak menuju Sungai Cipamokolan sebagai alternatif pembuangan air dinilai cukup jauh, sehingga memperlambat proses pengurangan genangan.
Dalam upaya penanganan darurat, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan dapur umum, perahu karet, serta layanan kesehatan melalui puskesmas yang disiagakan di wilayah terdampak.
Distribusi bantuan makanan juga dilakukan secara rutin, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis untuk memenuhi kebutuhan warga dan pelajar.***