• Minggu, 16 Januari 2022

Soal Dugaan Korupsi di LPEI, Kejagung Tahan Konsultan Hukum Berinisial DWW dan 7 Saksi

- Rabu, 1 Desember 2021 | 20:10 WIB
 Kejagung Tahan Konsultan Hukum berinisial DWW terkait dugaan korupsi LPEI 2013-2019 (Humas Kejagung)
Kejagung Tahan Konsultan Hukum berinisial DWW terkait dugaan korupsi LPEI 2013-2019 (Humas Kejagung)

FOKUSSATU.ID - Dirdik Jampidsus Kejagung menahan Advokat, Penasehat Hukum, Konsultan Hukum inisial DWW terkait dugaan tindak pidana Korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019.


Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan penetapan dan penahanan terhadap DWW berdasarkan Sprindik Dirdik Jampidsus No: Print-48/F.2/Fd.2/11/2021 tanggal 30 November 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Dirdik Jampidsus No: TAP-46/F.2/Fd.2/11/2021 tanggal 30 November 2021.


"Untuk mempercepat proses penyidikan, Tersangka DWW dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 30 November 2021 sampai dengan 19 Desember 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," jelasnya.

Baca Juga: Reuni 212 di Masjid Az Zikra Ditolak Keluarga Almarhum Ustadz Arifin Ilham


Leonard menjelaskan dalam kasus ini peran tersangka DWW bertindak atas nama pemberi kuasa 7 (tujuh) orang saksi. DWW telah mempengaruhi dan mengajari 7 (tujuh) orang saksi tersebut untuk menolak memberikan keterangan sebagai saksi dengan alasan yang tidak dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Akibat tindakannya itu, tersangka DWW, menyulitkan penanganan dan penyelesaian Penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional oleh LPEI, yang masih ditangani oleh Tim Penyidik Satgassus P3TPK pada Dirdik Jampidsus.


Selain menetapkan DWW sebagai tersangka, tim penyidik telah menetapkan tersangka terhadap 7 (tujuh) orang saksi tersebut, dengan sangkaan setiap orang yang dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan tindak pidana korupsi, dan dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar sebagai saksi dalam perkara penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI.

Baca Juga: Sinyal Reshuffle Kabinet Desember 2021, Asrul Sani Berseloroh Soal Tokek Istana


"Tim Penyidik telah menemukan cukup bukti adanya peran dari Kuasa Hukum yang dengan sengaja mempengaruhi dan mengajak para saksi tersebut untuk menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan tindak pidana korupsi," terangnya.

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid-19 Bertambah 1.054 Orang

Sabtu, 15 Januari 2022 | 22:09 WIB

Kepala BMKG Sebut Gempa Banten Masuk Jenis Ini

Jumat, 14 Januari 2022 | 23:41 WIB

Begini Strategi Jabar Tangani Varian Omicron

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:45 WIB

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur M di OTT KPK

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:10 WIB

5 Makanan Ini Bisa Meringankan Omicron

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:00 WIB

Begini Cara Cek Vaksinasi Booster di PeduliLindungi

Rabu, 12 Januari 2022 | 21:34 WIB
X