• Kamis, 23 September 2021

BPK Ingatkan Kondisi Krisis Rentan Kecurangan

- Selasa, 14 September 2021 | 18:51 WIB
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna

FOKUSSATU.ID- Pengelolaan keuangan di masa krisis cenderung memperbesar risiko terjadinya fraud (kecurangan). Karena itu perlu langkah luar biasa untuk mengatasi hal itu.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan dalam kondisi krisis pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan rentan untuk mengalami situasi yang menyebabkan terjadinya kecurangan. Seperti pandemi saat ini.

Oleh karena itu kata Ketua BPK , untuk menangani Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Pemerintah telah mengambil langkah-langkah luar biasa (extraordinary measures). Dan dalam rangka mengawal akuntabilitas keuangan negara, BPK merespon langkah tersebut dengan melakukan pemeriksaan komprehensif berbasis risiko (risk-based comprehensive audit) atas 241 objek pemeriksaan.

"BPK mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah yang merespon situasi ini dengan langkah luar biasa. Namun pada saat yang sama, sejak awal BPK juga mengingatkan adanya risiko yang perlu diidentifikasi dan dimitigasi," kata Ketua BPK saat membuka Workshop Anti Korupsi di Kantor Pusat BPK, Selasa (14/9/2021).

Ia mengingatkan adanya risiko yang perlu diidentifikasi dan dimitigasi agar langkah pemerintah dalam menghadapi pandemi sekaligus memulihkan ekonomi nasional dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, ekonomis, efisien, dan efektif.

Workshop dengan tema "Deteksi dan Pencegahan Korupsi" ini diadakan dengan tujuan mewujudkan sinergitas dan kolaborasi antara BPK dengan pemangku kepentingan dalam mencapai tujuan negara, khususnya upaya mendeteksi dan mencegah korupsi.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan agar kualitas komunikasi BPK dengan para pemangku kepentingan dapat ditingkatkan, serta memperoleh masukan untuk peningkatan peran BPK foresight dalam deteksi dan pencegahan korupsi melalui tugas pemeriksaan.

"BPK memandang perlu untuk memanfaatkan momentum penanganan pandemi covid dengan membangun kolaborasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang direpresentasikan dengan BPKP, APH yang direpresentasikan dengan KPK, dan asosiasi profesional yang direpresentasikan dengan ACFE," ujarnya.

Kegiatan ini untuk mewujudkan sinergi dalam rangka menciptakan good governance baik di sektor publik maupun swasta . Ini untuk mewujudkan akuntabilitas untuk semua.

Halaman:

Editor: Wisnu Fokussatu

Tags

Terkini

22 September Diperingati Sebagai Hari Badak Sedunia

Rabu, 22 September 2021 | 23:46 WIB

Belum Siap, Ketua DPR Minta Sekolah Tak Maksakan PTM

Rabu, 22 September 2021 | 22:32 WIB

DPR Pangkas Anggaran Tahapan Pemilu 2022

Rabu, 22 September 2021 | 21:46 WIB

Laporan Dicabut, Dinar Candy Tetap Tersangka

Rabu, 22 September 2021 | 21:16 WIB

Dua Fokus Pemerintah Tangani Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 19:16 WIB

Indonesia Dapat Tambahan Kiriman Vaksin

Rabu, 22 September 2021 | 16:46 WIB

Kementerian Polhukam Pantau Stok Vaksin Bio Farma

Rabu, 22 September 2021 | 16:17 WIB

Ini Arti dari Logo Warna Warni Hari Santri 2021

Rabu, 22 September 2021 | 08:38 WIB

Menag Yaqut Luncurkan Logo Hari Santri 2021

Rabu, 22 September 2021 | 08:30 WIB

Dua Vaksin Berbeda Tiba di Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X